INDONESIA KAYA AKAN FLORA DAN FAUNA.. BERIKUT PERSEBARAN DI TIAP DAERAHNYA!
A. Flora dan Fauna di Indonesia bagian barat
Flora
dan fauna di Indonesia bagian barat
Karakteristik
flora di Indonesia Bagian Timur dan Flora di Indonesia Bagian Barat juga
memiliki perbedaan. Berikut ini adalah karakteristik flora dan fauna di
Indonesia bagian Barat. Karakteristik flora di Indonesia bagian barat.
- Terdapat banyak jenis pohon meranti.
- Terdapat banyak jenis rotan.
- Tidak adanya hutan kayu putih.
- Sedikitnya jenis tumbuhan matoa (Pometia pinnata).
- Sedikitnya jenis tumbuhan sagu.
- Banyaknya jenis nangka.
- Terdapat banyak jenis rotan.
- Tidak adanya hutan kayu putih.
- Sedikitnya jenis tumbuhan matoa (Pometia pinnata).
- Sedikitnya jenis tumbuhan sagu.
- Banyaknya jenis nangka.
Seperti
halnya flora, fauna di Indonesia bagian barat juga memiliki karakteristik yang
berbeda dengan karakteristik fauna di Indonesia bagian timur. Berikut ini
adalah karakteristik fauna di Indonesia bagian Barat.
- Mempunyai tipe fauna asiatik.
Yaitu mirip dengan Negara-negara yang ada di Asia, seperti orang utan, monyet
proboscis, badak, harimau, rusa, burung heron, dan burung merak.
- Kesamaan tipe hewan meliputi
wilayah Sumatera, kalimantan, Jawa, dan Bali.
- Terdapat banyak jenis fauna yang
menyusui dan berukuran besar.
- Terdapat banyak jenis kera dan
ikan air tawar serta tidak banyak memiliki jenis burung berwarna.
Ada berbagai tempat yang bisa kita lihat di flora Indonesia bagian barat, masing-masing tempat dan daerahnya mempunyai jenis-jenis flora yang berbeda tergantung habitat flora tersebut bisa hidup. Kali ini, kita bisa mengunjungi daerah pantai biru yang melewati pemukiman masyarakat setempat. Di daerah pemukiman, kita bisa melihat sapi-sapi di bawah pepohonan dengan rumput hijau yang segar.
Ada berbagai tempat yang bisa kita lihat di flora Indonesia bagian barat, masing-masing tempat dan daerahnya mempunyai jenis-jenis flora yang berbeda tergantung habitat flora tersebut bisa hidup. Kali ini, kita bisa mengunjungi daerah pantai biru yang melewati pemukiman masyarakat setempat. Di daerah pemukiman, kita bisa melihat sapi-sapi di bawah pepohonan dengan rumput hijau yang segar.
Setelah melewati kebun-kebun yang berada di pantai biru, kita juga
bisa melihat daerah hutan dan rawa yang banyak jenis-jenis pohonnya. Dengan
berjalan-jalan dan melihat pantai biru yang sedang pasang, kita harus mempunyai
tenaga yang ekstra untuk menyusuri pantai biru ini.
Setelah menyusuri pesisir pantai, selanjutnya kita bisa
melanjutkan perjalanan melewati perahu-perahu nelayan yang berada di pinggir
pantai. Tidak jauh dari perahu-perahu yang berada dipesisir pantai ada sebuah
pohon yang besar dan pohon itu mempunyai bunga-bunga yang cantik ketika bunga
yang berada dipohon tersebut meka, pohon tersebut dinamakan pohon gala. Pohon
gala ini bermanfaat untuk menjadi obat nyeri haid, kram pada perut yang
mengandung kimia pada batang pohon yang dinamakan saponin dan folifenol.
Setelah menyusuri pantai biru flora bagian barat ini Anda juga
bisa menemukan pohon kayu besi karena pohon kayu besi ini sudah menjadi
komersil. Di India, daunnya dijadikan makanan ternak. Selain itu, masih banyak
sekali keindahan-keindahan di pantai biru ini apabila kita menyisir kesemua
penjuru pantai biru ini.
Penyebaran Flora dan Fauna
Berdasarkan penelitian geografi, kekayaan Indonesia dibagi menjadi
dua kelompok, yaitu Indo Malayan dan Australian. Indonesia Malayan meliputi
tanaman yang berada diwilayah Indonesia barat, yaitu Kalimantan, Sumatera,
Jawa, dan Bali. Sementara itu, kelompok Australian meliputi Indonesia timur,
yaitu Nusa Tenggara, Sulawesi, Papua, dan Maluku.
Karaketristik flora dibagian timur dan barat memiliki perbedaan seperti pada flora berikut ini:
Karaketristik flora dibagian timur dan barat memiliki perbedaan seperti pada flora berikut ini:
Flora Bagian Barat
- Banyak jenis meranti-merantian
- Jenis rotan
- Tidak memiliki gatun kayuh
- Jenis tumbuhan matoa yang sedikit
- Jenis tumbuhan sagu sedikit
- Memiliki berbagai jenis nangka
Flora Bagian Timur
- Memiliki meranti-merantian yang sedikit
- Tidak memiliki rotan
- Mempunyai rotan kayu putih
- Memiliki berbagai tumbuhan matoa
- Tumbuhan sagu yang banyak
- Tidak mempunyai tumbuhan jenis nangka
Persebaran Flora Bagian Barat

1. Ciri-ciri Bunga Bangkai
Rafflesia arnoldii merupakan tumbuhan parasit yang terkenal dengan
ukuran bungan yang besar, bahkan merupakan bunga terbesar di dunia. Bunga
rafflesia merupakan genus sejenis tumbuhan berbunga..
2. Anggrek

3. Beringin Raksasa
Pohon beringin ini ketinggiannya hampir 20-25 meter bantang daun
yang tegak, percabangan simpodial, permukaannya yang kasar, batangnya timbuh
akar gantung dan warnanya kehitaman.
- Daun: tunggal, bersilang, lonjong, ujung runcing, panjangnya hampir 3-6 meter dan lebarnya 2-4 cm, bertangkai pendek, hijau.
- Bunga: tunggal, tangkai yang selindris, bentuk kelopaknya corong, hujau, benang sari dan putik yang halus, mahkota bulat, halus kehijauan.
- Buah: Buni, bulat, panjang, muda hijau setelah tua berwarna kemerahan.
- Biji: bulat, putih, keras
- Akar: tunggang, coklat
Persebaran Fauna di Bagian Barat
Di daerah Indonesia bagian barat, terdapat hewan-hewan yang mirip
dibagian daerah Asia. Beberapa hewan dibagian barat, yaitu:
1. Harimau Sumatera

Uji genetik telah mengungkapkan tanda-tanda genetik yang unik,
yang menandakan spesies harimau ini mungkin berkembang menjadi spesies
terpisah. Habitat harimau akan terancam apabila ada penghancuran
pada habitatnya dan akan mengurangi populasi harimau tersebut.
Tercatat, sebanyak 66 ekor harimau terbunuh pada 1998-2000
2. Gajah Sumatera
Gajah sumatera ini mempunyai bentuk tubuh yang lebar dan gemuk.
Pada ujung belalai memiliki satu bibir. Gajah Sumatera memiliki 5 kuku pada
kuku depan dan 4 pada kuku belakang. Berat gajah dewasa Sumatera ini bisa
mencapai 3.500-5000 kilo. Gajah ini memerlukan makanan hingga 150 kilo dan 180
liter air.
Gajah sumatera tidur dengan keadaan berdiri selama tertidur dan
telinga dikipas-kipaskan. Gajah ini mampu mendeteksi keberadaan sumber air
dalam radius 5 kilometer. Masa kawin pada gajah Sumatera ini pada usia 10-12
tahun. Dan akan melahirkan 4 tahun sekali dengan masa mengandung 22 bulan.

B. Flora dan Fauna Indonesia tengah
Garis
Weber merupakan penentu persebaran flora dan fauna di Indonesia timur. Garis
ini pertama kali dikemukakan oleh seorang ahli Jerman-Belanda yang bernama Max
Weber. Jika didefinisikan, garis Weber adalah sebuah khayal pembatas antara
dunia flora dan fauna di paparan sahul (Indonesia timur) dan di bagian lebih
barat Indonesia. Garis Weber membujur dari utara ke selatan antara kepulauan
Maluku dan Papua serta antara Nusa Tenggara Timur dengan Australia.
Max
Weber yang bernama lengkap Carl Wilhelm Weber atau Max Wilhelm Carl Weber
merupakan seorang ahli hewan (zoologis) dan biogeografi berkebangsaan
Jerman-Belanda. Weber sangat tertarik sekali dengan Indonesia bagian timur
sehingga bertahun-tahun, dia habiskan hidupnya untuk meneliti laut berserta
flora dan fauna yang ada di sekitar Pulau Bali dengan Pulau Lombok.
Hasil
penelitiannya menunjukkan bahwa kondisi fauna di kepulauan Indonesia Timur,
mulai dari Celebes dan Maluku, fauna Asia dan Australia tidak ada. Dan semakin
menuju ke arah timur, fauna bercirikan Asia semakin berkurang, dan sebaliknya,
fauna yang bercirikan Australia semakin banyak. Sejak saat itulah, dikenal
adanya Garis Weber. Garis Weber sendiri pertama kali dipopulerkan oleh Paul
Pelseneer di tahun 1904.
Uniknya biodiversitas di daerah peralihan
Pada
daerah peralihan antara Indonesia bagian barat dan timur, yang dibatasi oleh
garis Wallace di bagian barat dan garis Weber di bagian timur, terdapat
hewan-hewan dengan ciri khas yang tidak terdapat di kawasan barat dan timur.
Daerah peralihan itu termasuk Pulau Sulawesi bersama pulau-pulau di Nusa
Tenggara (disebut juga kawasan Sunda kecil).
Flora dan Fauna di Daerah Peralihan
Contoh flora yang
ada di daerah peralihan misalnya saja adalah cempaka hutan (Elmerrillia ovalis),
pohon eboni (Diospyros celebica), kayu cendana (Santalum album), anggrek serat
(Dendrobium utile), dan masih banyak lagi. Adapun contoh fauna yang ada di
daerah peralihan misalnya saja adalah babi rusa, anoa, komodo, tarsius, maleo,
dan masih banyak lagi.
Pada
daerah peralihan antara Indonesia bagian barat dan timur, yang dibatasi oleh
garis Wallace di bagian barat dan garis Weber di bagian timur, terdapat
hewan-hewan dengan ciri khas yang tidak terdapat di kawasan barat dan timur.
Daerah peralihan itu termasuk Pulau Sulawesi bersama pulau-pulau di Nusa
Tenggara (disebut juga kawasan Sunda kecil).
Flora dan Fauna di Daerah Peralihan
Wilayah peralihan meliputi pulau-pulau di wilayah Indonesia bagian
tengah yang terdiri atas Pulau Sulawesi, Kepulauan Nusa Tenggara, Pulau Timor,
dan Kepulauan Maluku. Flora dan fauna yang ada di daerah ini berbeda dengan
flora dan fauna di Indonesia bagian barat maupun dengan flora dan fauna di
Indonesia bagian timur. Hampir semuanya khas, endemik, dan hanya ada di wilayah
itu saja.
Contoh flora yang ada di daerah peralihan misalnya
saja adalah cempaka hutan (Elmerrillia ovalis), pohon eboni (Diospyros
celebica), kayu cendana (Santalum album), anggrek serat (Dendrobium utile), dan
masih banyak lagi. Pada daerah peralihan antara Indonesia bagian barat dan
timur, yang dibatasi oleh garis Wallace di bagian barat dan garis Weber di
bagian timur, terdapat hewan-hewan dengan ciri khas yang tidak terdapat di
kawasan barat dan timur. Daerah peralihan itu termasuk Pulau Sulawesi bersama
pulau-pulau di Nusa Tenggara (disebut juga kawasan Sunda kecil).

Fauna di kawasan
Indonesia tengah ini dikategorikan hewan asli Indonesia karena secara
geologis kawasan ini tidak pernah bersatu dengan daratan mana pun, baik Asia
maupun Australia. Sehingga banyak yang dikategorikan hewan endemis Indonesia.
Kawasan ini disebut juga kawasan Wallace. Wilayah yang termasuk kawasan fauna
Wallace adalah Pulau Sulawesi, Kepulauan sekitar Sulawesi, Nusa Tenggara Timur
dan Barat, Pulau Timor, Pulau Maluku. Akibat tidak pernah bersatunya wilayah
ini dengan kawasan mana pun, maka banyak hewan unik yang bisa ditemukan di
kawasan ini.

1.
Phylum
mamalia, di antaranya monyet hitam, anoa, kuskus, babi rusa, tarsius, musang,
ikan duyung, monyet seba, kuda, sapi/banteng.
2.
Phylum
reptil, contohnya biawak, komodo, kura-kura, buaya, ular, soa-soa.
3.
Phylum
amfibi, contohnya spesies katak, seperti katak terbang, katak pohon, katak air.
4.
Phylum
burung, di antaranya burung dewata, burung maleo, burung mandar, burung raja
udang, burung pemakan lebah, burung rangkong, kakatua, burung nuri, burung
dara/merpati, angsa, burung bintayong.
Beberapa wilayah
yang dijadikan suaka margasatwa di kawasan ini adalah Pulau Komodo, Menembo di
Sulawesi Utara, Dumogal di Sulawesi Utara, Lore Lindu di Sulawesi Tengah, dan
Lombuyan di Sulawesi Tenggara.
C. Flora dan Fauna Indonesia timur
Jenis flora dan faunanya sejenis dengan flora dan fauna di
Australia. Makin ke arah kawasan barat jenisnya semakin langka. Jenis floranya
antara lain pohon rasamala dan eucalyptus. Jenis fauna nya antara lain kuskus
(berbagai jenis), burung kasuari, burung cenderawasih, dan kanguru beruang
pohon (karena bentuknya mirip beruang, kanguru ini suka hidup di pepohonan).
contoh flora dari Indonesia bagian Timur:
Eucalyptus adalah flora khas yang terdapat di Papua dan pula-pulau kecil disekitarnya, dimana jenis tumbuhan ini juga terdapat di daerah Queensland Australia Utara.
2 Matoa (Pometia
pinnata) adalah jenis flora yang khas untuk daerah Papua selain dari
Eucalypus diatas.
- Hutan Bakau atau Mangrove adalah hutan yang tumbuh di pantai berlumpur. Hutan bakau banyak ditemui di pantai Papau, dan daerah lain seperti Sumatera bagian timur, Kalimantan Barat dan Kalimantan Selatan.
- Agatis Alba adalah jenis tanaman conifera yang banyak di jumpai di daerah Papua (dataran tinggi).
- Pohon Sagu dan Nipah merupakan tanaman yang terdapat di dataran rendah Papua dan sekitarnya.
Wilayah yang
termasuk kawasan ini adalah Pulau Papua, Kepulauan Aru, dan pulaupulau kecil di
sekitarnya.

Kawasan
Indonesia timur ini berdasarkan geologisnya dahulu pernah bersatu dengan
daratan Benua Australia. Beberapa spesiesnya hampir sama dengan yang ada di
Benua Australia. Hewan-hewan yang tidak khas hampir sama dengan yang ada di
Indonesia wilayah lain. Beberapa jenis hewan khas wilayah timur adalah
cendrawasih, kasuari, kakatua, dan kanguru.
0 komentar:
Posting Komentar