Jumat, 16 Januari 2015

PERSEBARAN FLORA DAN FAUNA DI INDONESIA


INDONESIA KAYA AKAN FLORA DAN FAUNA.. BERIKUT PERSEBARAN DI TIAP DAERAHNYA!

A. Flora dan Fauna di Indonesia bagian barat

Flora dan fauna di Indonesia bagian barat

Karakteristik flora di Indonesia Bagian Timur dan Flora di Indonesia Bagian Barat juga memiliki perbedaan. Berikut ini adalah karakteristik flora dan fauna di Indonesia bagian Barat. Karakteristik flora di Indonesia bagian barat.

- Terdapat banyak jenis pohon meranti.
- Terdapat banyak jenis rotan.
- Tidak adanya hutan kayu putih.
- Sedikitnya jenis tumbuhan matoa (Pometia pinnata).
- Sedikitnya jenis tumbuhan sagu.
- Banyaknya jenis nangka.

Seperti halnya flora, fauna di Indonesia bagian barat juga memiliki karakteristik yang berbeda dengan karakteristik fauna di Indonesia bagian timur. Berikut ini adalah karakteristik fauna di Indonesia bagian Barat.

Karakteristik fauna Indonesia bagian barat.

- Mempunyai tipe fauna asiatik. Yaitu mirip dengan Negara-negara yang ada di Asia, seperti orang utan, monyet proboscis, badak, harimau, rusa, burung heron, dan burung merak.

- Kesamaan tipe hewan meliputi wilayah Sumatera, kalimantan, Jawa, dan Bali.

- Terdapat banyak jenis fauna yang menyusui dan berukuran besar.

- Terdapat banyak jenis kera dan ikan air tawar serta tidak banyak memiliki jenis burung berwarna.
Ada berbagai tempat yang bisa kita lihat di flora Indonesia bagian barat, masing-masing tempat dan daerahnya mempunyai jenis-jenis flora yang berbeda tergantung habitat flora tersebut bisa hidup. Kali ini, kita bisa mengunjungi daerah pantai biru yang melewati pemukiman masyarakat setempat. Di daerah pemukiman, kita bisa melihat sapi-sapi di bawah pepohonan dengan rumput hijau yang segar.

Setelah melewati kebun-kebun yang berada di pantai biru, kita juga bisa melihat daerah hutan dan rawa yang banyak jenis-jenis pohonnya. Dengan berjalan-jalan dan melihat pantai biru yang sedang pasang, kita harus mempunyai tenaga yang ekstra untuk menyusuri pantai biru ini.

Setelah menyusuri pesisir pantai, selanjutnya kita bisa melanjutkan perjalanan melewati perahu-perahu nelayan yang berada di pinggir pantai. Tidak jauh dari perahu-perahu yang berada dipesisir pantai ada sebuah pohon yang besar dan pohon itu mempunyai bunga-bunga yang cantik ketika bunga yang berada dipohon tersebut meka, pohon tersebut dinamakan pohon gala. Pohon gala ini bermanfaat untuk menjadi obat nyeri haid, kram pada perut yang mengandung kimia pada batang pohon yang dinamakan saponin dan folifenol.

Setelah menyusuri pantai biru flora bagian barat ini Anda juga bisa menemukan pohon kayu besi karena pohon kayu besi ini sudah menjadi komersil. Di India, daunnya dijadikan makanan ternak. Selain itu, masih banyak sekali keindahan-keindahan di pantai biru ini apabila kita menyisir kesemua penjuru pantai biru ini.

Penyebaran Flora dan Fauna


Berdasarkan penelitian geografi, kekayaan Indonesia dibagi menjadi dua kelompok, yaitu Indo Malayan dan Australian. Indonesia Malayan meliputi tanaman yang berada diwilayah Indonesia barat, yaitu Kalimantan, Sumatera, Jawa, dan Bali. Sementara itu, kelompok Australian meliputi Indonesia timur, yaitu Nusa Tenggara, Sulawesi, Papua, dan Maluku.
Karaketristik flora dibagian timur dan barat memiliki perbedaan seperti pada flora berikut ini:

Flora Bagian Barat

  • Banyak jenis meranti-merantian
  • Jenis rotan
  • Tidak memiliki gatun kayuh
  • Jenis tumbuhan matoa yang sedikit
  • Jenis tumbuhan sagu sedikit
  • Memiliki berbagai jenis nangka

Flora Bagian Timur

  • Memiliki meranti-merantian yang sedikit
  • Tidak memiliki rotan
  • Mempunyai rotan kayu putih
  • Memiliki berbagai tumbuhan matoa
  • Tumbuhan sagu yang banyak
  • Tidak mempunyai tumbuhan jenis nangka

Persebaran Flora Bagian Barat


http://ajimachmudi.files.wordpress.com/2010/10/bb2.jpg?w=195&h=300Indonesia kaa dengan keaneka ragaman tumbuhan dan hewan. Tumbuhan di Indonesia mempunyai empat ribu jenis pohon, 1500 jenis pakis dan 5000 jenis anggrek. Ada beberapa jenis tumbuhan di flora bagian barat seperti berikut:

1. Ciri-ciri Bunga Bangkai


Rafflesia arnoldii merupakan tumbuhan parasit yang terkenal dengan ukuran bungan yang besar, bahkan merupakan bunga terbesar di dunia. Bunga rafflesia merupakan genus sejenis tumbuhan berbunga..

2. Anggrek

http://ajimachmudi.files.wordpress.com/2010/10/ab2.jpeg?w=490Anggrek memiliki organ-organ yang sukelen atau juga berdaging dan kandungan airnyapun sangat tinggi. Dengan demikian anggrek dapat hidup pada keadaan air yang rendah. Air yang diperoleh oleh anggrek dari air hujan, tetesan, embun atau dari uap udara. Anggek tidak tumbuh di gurun karena tidak intensif perakarannya. Bunga anggrek ini sangat suka dengan cahaya matahari, maka anggrek selalu dipakai untuk tanaman hias sehingga bisa tahan di dalam ruangan.





3. Beringin Raksasa


Pohon beringin ini ketinggiannya hampir 20-25 meter bantang daun yang tegak, percabangan simpodial, permukaannya yang kasar, batangnya timbuh akar gantung dan warnanya kehitaman.

  • Daun:  tunggal, bersilang, lonjong, ujung runcing, panjangnya hampir 3-6 meter dan lebarnya 2-4 cm, bertangkai pendek, hijau.
  • Bunga: tunggal, tangkai yang selindris, bentuk kelopaknya corong, hujau, benang sari dan putik yang halus, mahkota bulat, halus kehijauan.
  • Buah: Buni, bulat, panjang, muda hijau setelah tua berwarna kemerahan.
  • Biji: bulat, putih, keras
  • Akar: tunggang, coklat

Persebaran Fauna di Bagian Barat


Di daerah Indonesia bagian barat, terdapat hewan-hewan yang mirip dibagian daerah Asia. Beberapa hewan dibagian barat, yaitu:

1. Harimau Sumatera


http://ajimachmudi.files.wordpress.com/2010/10/h2.jpg?w=450&h=354Hewan ini hanya bisa ditemukan dibagian barat Indoensia, hewan ini merupakan sub-spesies yang bertahan hidup hingga hewan ini termasuk ke dalam klasifikasi hewan yang terancam punah. Populasi harimau ini diperkirakan antara 400-500 ekor.

Uji genetik telah mengungkapkan tanda-tanda genetik yang unik, yang menandakan spesies harimau ini mungkin berkembang menjadi spesies terpisah. Habitat harimau akan terancam apabila ada penghancuran



pada habitatnya dan akan mengurangi populasi harimau tersebut. Tercatat, sebanyak 66 ekor harimau terbunuh pada 1998-2000

2. Gajah Sumatera


Gajah sumatera ini mempunyai bentuk tubuh yang lebar dan gemuk. Pada ujung belalai memiliki satu bibir. Gajah Sumatera memiliki 5 kuku pada kuku depan dan 4 pada kuku belakang. Berat gajah dewasa Sumatera ini bisa mencapai 3.500-5000 kilo. Gajah ini memerlukan makanan hingga 150 kilo dan 180 liter air.

Gajah sumatera tidur dengan keadaan berdiri selama tertidur dan telinga dikipas-kipaskan. Gajah ini mampu mendeteksi keberadaan sumber air dalam radius 5 kilometer. Masa kawin pada gajah Sumatera ini pada usia 10-12 tahun. Dan akan melahirkan 4 tahun sekali dengan masa mengandung 22 bulan.

http://ajimachmudi.files.wordpress.com/2010/10/g1.jpg?w=450&h=324Semoga dengan adanya artikel flora indonesia bagian barat ini bisa bermanfaat bagi pembaca dan menambah ilmu pengetahuannya tentang flora dan fauna yang berada di Indonesia.









B. Flora dan Fauna Indonesia tengah

Garis  Weber merupakan penentu persebaran flora dan fauna di Indonesia timur. Garis ini pertama kali dikemukakan oleh seorang ahli Jerman-Belanda yang bernama Max Weber. Jika didefinisikan, garis Weber adalah sebuah khayal pembatas antara dunia flora dan fauna di paparan sahul (Indonesia timur) dan di bagian lebih barat Indonesia. Garis Weber membujur dari utara ke selatan antara kepulauan Maluku dan Papua serta antara Nusa Tenggara Timur dengan Australia.

Max Weber yang bernama lengkap Carl Wilhelm Weber atau Max Wilhelm Carl Weber merupakan seorang ahli hewan (zoologis) dan biogeografi berkebangsaan Jerman-Belanda. Weber sangat tertarik sekali dengan Indonesia bagian timur sehingga bertahun-tahun, dia habiskan hidupnya untuk meneliti laut berserta flora dan fauna yang ada di sekitar Pulau Bali dengan Pulau Lombok.

Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa kondisi fauna di kepulauan Indonesia Timur, mulai dari Celebes dan Maluku, fauna Asia dan Australia tidak ada. Dan semakin menuju ke arah timur, fauna bercirikan Asia semakin berkurang, dan sebaliknya, fauna yang bercirikan Australia semakin banyak. Sejak saat itulah, dikenal adanya Garis Weber. Garis Weber sendiri pertama kali dipopulerkan oleh Paul Pelseneer di tahun 1904.

Uniknya biodiversitas di daerah peralihan


Pada daerah peralihan antara Indonesia bagian barat dan timur, yang dibatasi oleh garis Wallace di bagian barat dan garis Weber di bagian timur, terdapat hewan-hewan dengan ciri khas yang tidak terdapat di kawasan barat dan timur. Daerah peralihan itu termasuk Pulau Sulawesi bersama pulau-pulau di Nusa Tenggara (disebut juga kawasan Sunda kecil).

Flora dan Fauna di Daerah Peralihan


Contoh flora yang ada di daerah peralihan misalnya saja adalah cempaka hutan (Elmerrillia ovalis), pohon eboni (Diospyros celebica), kayu cendana (Santalum album), anggrek serat (Dendrobium utile), dan masih banyak lagi. Adapun contoh fauna yang ada di daerah peralihan misalnya saja adalah babi rusa, anoa, komodo, tarsius, maleo, dan masih banyak lagi.



Pada daerah peralihan antara Indonesia bagian barat dan timur, yang dibatasi oleh garis Wallace di bagian barat dan garis Weber di bagian timur, terdapat hewan-hewan dengan ciri khas yang tidak terdapat di kawasan barat dan timur. Daerah peralihan itu termasuk Pulau Sulawesi bersama pulau-pulau di Nusa Tenggara (disebut juga kawasan Sunda kecil).

Flora dan Fauna di Daerah Peralihan


Wilayah peralihan meliputi pulau-pulau di wilayah Indonesia bagian tengah yang terdiri atas Pulau Sulawesi, Kepulauan Nusa Tenggara, Pulau Timor, dan Kepulauan Maluku. Flora dan fauna yang ada di daerah ini berbeda dengan flora dan fauna di Indonesia bagian barat maupun dengan flora dan fauna di Indonesia bagian timur. Hampir semuanya khas, endemik, dan hanya ada di wilayah itu saja.

Contoh flora yang ada di daerah peralihan misalnya saja adalah cempaka hutan (Elmerrillia ovalis), pohon eboni (Diospyros celebica), kayu cendana (Santalum album), anggrek serat (Dendrobium utile), dan masih banyak lagi. Pada daerah peralihan antara Indonesia bagian barat dan timur, yang dibatasi oleh garis Wallace di bagian barat dan garis Weber di bagian timur, terdapat hewan-hewan dengan ciri khas yang tidak terdapat di kawasan barat dan timur. Daerah peralihan itu termasuk Pulau Sulawesi bersama pulau-pulau di Nusa Tenggara (disebut juga kawasan Sunda kecil).


http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRK6Q-ZyqQmHA_7t2bBbSroXP9lkZG3-H0AL7FE-JHoAL5jhYzfxA



Fauna di kawasan Indonesia tengah ini dikategorikan hewan asli Indonesia karena secara geologis kawasan ini tidak pernah bersatu dengan daratan mana pun, baik Asia maupun Australia. Sehingga banyak yang dikategorikan hewan endemis Indonesia. Kawasan ini disebut juga kawasan Wallace. Wilayah yang termasuk kawasan fauna Wallace adalah Pulau Sulawesi, Kepulauan sekitar Sulawesi, Nusa Tenggara Timur dan Barat, Pulau Timor, Pulau Maluku. Akibat tidak pernah bersatunya wilayah ini dengan kawasan mana pun, maka banyak hewan unik yang bisa ditemukan di kawasan ini.

fauna Indonesia tengah

1.     Phylum mamalia, di antaranya monyet hitam, anoa, kuskus, babi rusa, tarsius, musang, ikan duyung, monyet seba, kuda, sapi/banteng.

2.     Phylum reptil, contohnya biawak, komodo, kura-kura, buaya, ular, soa-soa.

3.     Phylum amfibi, contohnya spesies katak, seperti katak terbang, katak pohon, katak air.

4.     Phylum burung, di antaranya burung dewata, burung maleo, burung mandar, burung raja udang, burung pemakan lebah, burung rangkong, kakatua, burung nuri, burung dara/merpati, angsa, burung bintayong.

Beberapa wilayah yang dijadikan suaka margasatwa di kawasan ini adalah Pulau Komodo, Menembo di Sulawesi Utara, Dumogal di Sulawesi Utara, Lore Lindu di Sulawesi Tengah, dan Lombuyan di Sulawesi Tenggara.



C. Flora dan Fauna Indonesia timur

Jenis flora dan faunanya sejenis dengan flora dan fauna di Australia. Makin ke arah kawasan barat jenisnya semakin langka. Jenis floranya antara lain pohon rasamala dan eucalyptus. Jenis fauna nya antara lain kuskus (berbagai jenis), burung kasuari, burung cenderawasih, dan kanguru beruang pohon (karena bentuknya mirip beruang, kanguru ini suka hidup di pepohonan).

contoh flora dari Indonesia bagian Timur:



  1. Eucalyptus - flora papuaEucalyptus adalah flora khas yang terdapat di Papua dan pula-pulau kecil disekitarnya, dimana jenis tumbuhan ini juga terdapat di daerah Queensland Australia Utara. 



















2 Matoa (Pometia pinnata) adalah jenis flora yang khas untuk daerah Papua selain dari Eucalypus diatas. 

Matoa (Pometia pinnata) - flora yang ada di papua

  1. Hutan Bakau atau Mangrove adalah hutan yang tumbuh di pantai berlumpur. Hutan bakau banyak ditemui di pantai Papau, dan daerah lain seperti Sumatera bagian timur, Kalimantan Barat dan Kalimantan Selatan. 

hutan bakau - flora yang terdapat di papua

  1. Agatis Alba adalah jenis tanaman conifera yang banyak di jumpai di daerah Papua (dataran tinggi). 

agathis alba - flora yang ada di papua

  1. Pohon Sagu dan Nipah merupakan tanaman yang terdapat di dataran rendah Papua dan sekitarnya.

sagu dan nipah - flora yang ada di papua



Wilayah yang termasuk kawasan ini adalah Pulau Papua, Kepulauan Aru, dan pulaupulau kecil di sekitarnya.

fauna Indonesia timur

Kawasan Indonesia timur ini berdasarkan geologisnya dahulu pernah bersatu dengan daratan Benua Australia. Beberapa spesiesnya hampir sama dengan yang ada di Benua Australia. Hewan-hewan yang tidak khas hampir sama dengan yang ada di Indonesia wilayah lain. Beberapa jenis hewan khas wilayah timur adalah cendrawasih, kasuari, kakatua, dan kanguru.




0 komentar:

Posting Komentar

Template by:

Free Blog Templates